Tim kerja yang bertanggung jawab untuk mendata, memelihara, melestarikan, dan meningkatkan keragaman flora dan fauna (terutama tanaman) di lingkungan sekolah sebagai aset hayati masa depan.
Harus memastikan adanya keseimbangan antara Tanaman Perindang (pohon besar), Tanaman Hias, Tanaman Produktif (buah/sayur), dan Tanaman Obat (TOGA).
Melestarikan tanaman lokal dan tanaman langka agar tidak punah dan tetap dikenali siswa.
Menjadikan taman sekolah sebagai sumber belajar (laboratorium alam) nyata bagi siswa.
Menciptakan lingkungan yang sejuk, asri, dan menghasilkan oksigen bersih untuk warga sekolah.
Pendataan jumlah dan jenis pohon/tanaman yang ada di sekolah.
Memasang label (Nama Lokal, Latin, Manfaat) dan QR Code di pohon.
Zonasi: Zona Hutan Sekolah, Zona TOGA, Zona Green House.
Wajib ada: Jahe, kunyit, sirih, serai, lidah buaya, dll.
Rumah bibit untuk penyemaian dan solusi tanam di lahan sempit.
Menanam pohon buah/kayu khas daerah untuk pelestarian.
Kader Adiwiyata menyiram, memangkas, dan merawat bergilir.
Menggunakan pupuk kompos buatan sekolah sendiri.
Memanen hasil kebun untuk dikonsumsi atau dijual (wirausaha).
Setiap kelas bertanggung jawab merawat pohon tertentu.
Membawa tanaman dari rumah di awal tahun ajaran.
Daftar laporan kegiatan yang telah diupload