Bertanggung jawab untuk memastikan lingkungan sekolah senantiasa bersih, sehat, dan memenuhi standar kesehatan lingkungan. Fokus utama bukan hanya pada kegiatan "menyapu," tetapi pada penciptaan sistem dan pembentukan budaya.
Menjaga kebersihan ruang kelas, halaman, selokan/drainase, dan area umum agar bebas dari sampah dan bau.
Memastikan ketersediaan air bersih, kebersihan toilet (WC), wastafel, dan kelancaran saluran pembuangan air limbah.
Meningkatkan kesadaran warga sekolah tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta budaya cuci tangan.
Operasional harian & mingguan untuk standar kebersihan minimal.
"Lihat Sampah Ambil". Membudayakan warga sekolah memungut sampah terlihat tanpa disuruh dan membuangnya sesuai jenis.
Siswa melakukan inspeksi toilet saat jam istirahat menggunakan tabel checklist (cek air, sabun, sampah).
Memastikan setiap pagi air mengalir lancar dan sabun cuci tangan terisi penuh.
Gotong royong massal 30-45 menit setiap Jumat. Area dibagi per zona (misal: 7A drainase, 8B musholla).
Pemeliharaan infrastruktur dan evaluasi bulanan.
Sebulan sekali membersihkan endapan lumpur dan sampah plastik untuk cegah banjir & jentik.
Menilai kebersihan & alat sanitasi kelas. Pemenang dapat "Bendera Hijau", kelas kotor dapat "Bendera Hitam".
Penyuluhan 6 langkah cuci tangan pakai sabun standar WHO, kerjasama dengan UKS/Puskesmas.
Mendata kerusakan (keran bocor, pintu rusak) untuk dilaporkan ke Sarpras.
Proyek kreatif semangat Adiwiyata.
Siswa teladan yang bertugas sebagai influencer kebersihan bagi teman sebaya.
Poster unik di area strategis. Contoh: "Ingat, kuman tidak terlihat" (di wastafel).
Penyaringan sederhana air bekas wudhu/cuci tangan untuk menyiram tanaman.
Daftar laporan kegiatan yang telah diupload