Tim khusus yang dibentuk di lingkungan sekolah (terdiri dari guru, siswa, dan staf) yang bertanggung jawab untuk mengelola, mengawasi, dan mengedukasi warga sekolah mengenai penggunaan air yang bijak.
Fokus utama: 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam konteks air.
Menurunkan volume pemakaian air bersih sekolah dengan mencegah pemborosan dan memperbaiki kebocoran.
Menjaga ketersediaan air tanah di lingkungan sekolah melalui peresapan (Biopori & Sumur Resapan).
Membentuk karakter warga sekolah yang peduli terhadap kelestarian air dan bijak dalam penggunaannya.
Penyediaan alat dan sarana pendukung konservasi.
Membuat lubang biopori di area taman agar air hujan tidak run-off ke selokan, tapi terserap kembali menjaga cadangan air tanah.
Memasang talang dan tandon untuk menampung air hujan. Digunakan untuk menyiram tanaman atau membersihkan toilet (bukan untuk minum).
Membuat saluran pipa dari kran wudhu ke kolam ikan atau bak penyiraman. Air sisa wudhu relatif bersih (Reuse).
Pengecekan rutin mingguan terhadap kran bocor atau pipa rembes. Satu tetes per detik bisa membuang ribuan liter per tahun.
Fokus pada perubahan perilaku (Revolusi Mental).
Menempelkan stiker edukatif di wastafel/toilet.
Mengajak siswa menghabiskan air minum. Sisa air tidak dibuang ke wastafel, tapi ke pot tanaman.
Lomba antar kelas membuat konten kreatif pentingnya menjaga air.
Siswa duta lingkungan memantau area wudhu/toilet saat istirahat, mengingatkan teman mematikan kran.
Administrasi data dan bukti fisik Adiwiyata.
Siswa mencatat angka meteran PDAM/Sumur setiap bulan. Data dibuat grafik untuk melihat tren penggunaan.
Mencatat setiap perbaikan kran, pengecekan pipa, atau kegiatan penyiraman tanaman dalam buku jurnal Pokja.
Daftar laporan kegiatan yang telah diupload